13 Mei 2022

Fenomena Lampu Strobo, arogan atau kebutuhan?

Beberapa waktu ke belakang kita melihat ramainya pemberitaan tentang lampu strobo dan bahkan ada juga suara sirene yang sangat mengganggu konsentrasi pengendara lainnya karena berusaha menyalip kanan-kiri seolah-olah dialah “raja jalanan” yang bisa seenaknya meminta pengguna jalan lain untuk minggir.

Sebagai pengguna jalan, mungkin kita tidak tau apakah itu oknum aparat atau oknum pejabat negara. Yang kita lihat pada umumnya para oknum tersebut menggunakan płat nomor khusus. Entah itu dengan pengawalan yang biasa disebut voorijder atau tanpa pengawalan.

Saya pribadi selaku pengguna jalan dengan adanya bunyi sirene dan lampu strobo merasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi. Padahal kita sangat memahami bahwa fasilitas yang digunakan oleh para pejabat tersebut (atau bisa disebut oknum) berasal dari pajak masyarakat yang tentunya fasilitas tersebut harus digunakan secara santun, arief dan bijak sehingga jangan sampai mengganggu masyarakat. Sejujurnya saya Pribadi sangat tidak nyaman ketika melihat lampu strobo ada di depan ataupun di belakang saya, silau.

Kita bisa melihat kalau kendaraan-kendaraan itu kerap menggunakan lampu strobo dan atau sirine seringkali melewati jalan dengan pengawalan yang bertugas membuka jalan. Lalu lintas yang padat pun bagi mereka bisa serasa lancar.

Memang sih penggunaan sirene, lampu strobo dan rotator di mobil pejabat memang dibolehkan. Aturannya tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tapi dalam kondisi bertemu rombongan berstrobo dan bersirine, masyarakat atau publik menjadi pihak yang paling lemah, tidak bisa berbuat banyak selain mengeluhkannya di media sosial. Itu juga harus hati-hati. Bila salah bicara bisa-bisa dijerat UU ITE. Diam adalah jalan ninjaku.

Warga ngumpar punya pengalaman lain kah yang sama dengan hal yang di sampaikan diatas? Gimana menurut kalian, arogan kah? atau memang kebutuhan?

Kira kira apa sih yang yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut?

14
Komentar